8 Tahun Jalan Hancur Dibiarkan, Warga Cimanggu Patungan Perbaiki Akses yang Seharusnya Jadi Tanggung Jawab Negara

LensaNewsBanten, Lebak – Potret kegagalan pemerintah kembali terlihat di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Jalan penghubung menuju Kampung Cimanggu RT 04 RW 06 dibiarkan hancur selama hampir delapan tahun, tanpa perbaikan sedikit pun dari Pemerintah Desa Mekarsari maupun Pemerintah Kabupaten Lebak. Kamis (29/01/2026).

Lubang menganga, permukaan licin, hingga rawan kecelakaan menjadi pemandangan sehari-hari warga. Namun ironisnya, kondisi memprihatinkan tersebut seolah luput dari perhatian aparat pemerintah, meski jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat.

Tak tahan diduga pembiaran berkepanjangan, Lembaga Paguyuban Pemuda Mekarsari bersama warga akhirnya mengambil alih peran pemerintah. Mereka melakukan perbaikan darurat dengan cara tambal sulam menggunakan adukan semen dan pasir, hasil dari patungan dan penggalangan dana rakyat kecil.

Jalan yang diperbaiki secara swadaya tersebut memiliki panjang kurang lebih 2 kilometer—angka yang mencerminkan betapa lamanya negara absen dalam memenuhi hak dasar warganya.

Sekretaris Jenderal Paguyuban Pemuda Mekarsari, Deni, menyebut kondisi ini sebagai bentuk pembiaran yang tak bisa lagi ditoleransi.

“Delapan tahun jalan ini rusak dan tidak pernah disentuh perbaikan. Padahal ini akses utama warga. Kalau bukan kami yang bergerak, mungkin jalan ini akan terus hancur. Ini bukan sekadar soal jalan, tapi soal tanggung jawab pemerintah yang absen,” tegas Deni.Ia mempertanyakan ke mana arah penggunaan Dana Desa dan anggaran infrastruktur daerah, sementara kebutuhan paling dasar masyarakat justru terabaikan.

Nada kekecewaan juga disampaikan Andri, warga Kampung Cimanggu. Ia mengungkapkan bahwa jalan berlubang dan licin saat hujan sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan.

“Sudah banyak yang jatuh, sudah sering dikeluhkan, tapi tidak ada tindakan. Kami seperti dipaksa menerima kondisi ini. Akhirnya warga patungan memperbaiki sendiri jalan yang seharusnya menjadi kewajiban pemerintah,” kata Andri dengan nada geram.

Warga menegaskan, perbaikan swadaya ini bukan solusi permanen, melainkan bentuk protes diam terhadap lambannya pemerintah dalam menjalankan tugasnya.

“Kami menuntut Pemerintah Desa Mekarsari dan Pemerintah Kabupaten Lebak segera turun tangan. Jangan biarkan rakyat terus menambal kegagalan negara dengan uang dan tenaga sendiri. Jalan ini sudah hampir delapan tahun dibiarkan rusak,” pungkas Andri.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Mekarsari maupun Pemerintah Kabupaten Lebak terkait alasan jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Reporter: Jay

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *