Sungai Cisimeut Meluap, Warga Bantaran Sungai Hidup dalam Bayang-bayang Banjir

Lensanewsbanten.– LEBAK, – Ancaman banjir kembali menghantui warga bantaran Sungai Cisimeut. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir membuat Sungai Cisimeut meluap, Minggu (8/2/2026). Warga pun dibuat waswas, cemas, bahkan tidur tak nyenyak.

Luapan Sungai Cisimeut terjadi di wilayah Kecamatan Leuwidamar. Debit air meningkat drastis dan nyaris menyentuh permukiman warga yang berada tepat di bantaran sungai. Kondisi ini bukan hal baru, namun seolah menjadi “langganan tahunan” yang tak kunjung mendapat solusi serius.

Sejumlah warga mengaku setiap musim hujan datang, rasa takut selalu menghantui. Air sungai yang cepat naik membuat mereka khawatir sewaktu-waktu banjir besar terjadi dan menyapu rumah serta harta benda.

Dahlan, warga Kampung Kadu Jangkung, Desa Wantisari, mengaku keluarganya selalu siaga saat hujan turun deras.

“Setiap hujan besar kami selalu cemas. Air sungai cepat naik, takut tiba-tiba banjir besar. Ini bukan sekali dua kali, hampir tiap tahun kami alami,” ujar Dahlan dengan nada resah.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan belum ada penanganan konkret dari pemerintah daerah. Warga merasa seakan dibiarkan hidup berdampingan dengan ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.

Tak hanya mengancam keselamatan jiwa, luapan Sungai Cisimeut juga berpotensi merusak rumah, perabotan, hingga memutus aktivitas ekonomi warga. Ironisnya, meski persoalan ini terus berulang, solusi jangka panjang belum juga terealisasi.

Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak agar tidak hanya datang saat bencana, tetapi benar-benar bertindak. Salah satu tuntutan utama adalah realisasi relokasi ke tempat yang lebih aman dan layak huni.

“Katanya mau ada relokasi, tapi sampai sekarang belum jelas. Kami cuma ingin hidup aman, tidak tiap hujan harus ketakutan,” tegas Dahlan.

Hingga berita ini diturunkan, warga bantaran Sungai Cisimeut masih berjaga dan terus memantau kondisi air. Mereka berharap Pemkab Lebak tak lagi menutup mata dan segera mengambil langkah nyata sebelum bencana besar benar-benar terjadi.

Reporter: Sep

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *