Jasa Tirta II Raih Tiga Penghargaan pada Indonesia QHSE Sustainability for Business Awards 2025

Lensanewsbanten, Jakarta — Perum Jasa Tirta II (PJT II) meraih tiga penghargaan pada ajang Indonesia QHSE Sustainability for Business Awards 2025 (IQSA) yang digelar Indonesia Business Asia di Jakarta, Kamis (27/11/2025). Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan standar keselamatan, kualitas, dan keberlanjutan di seluruh lingkup operasional.

Penilaian pada ajang IQSA dilakukan melalui serangkaian proses yang mengacu pada sejumlah matriks kinerja, seperti Lost Time Injury Frequency Rate (LTI-FR), tingkat kepatuhan audit, serta efektivitas inisiatif penguatan sistem QHSE. Berdasarkan evaluasi tersebut, PJT II berhasil meraih tiga kategori sekaligus: Best Leadership for Corporate QHSE 2025 yang diberikan kepada Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, serta dua penghargaan perusahaan, yaitu The Best Team in QHSE 2025 dan The Best Concerned in QHSE 2025. Penghargaan diterima oleh Budiyo, Kepala Divisi Pengendalian Mutu Teknik, mewakili Direktur Utama.

Read More

Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta kepedulian lingkungan yang terus diperkuat dari tahun ke tahun.

“Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan atas dedikasi seluruh insan PJT II dalam mengimplementasikan K3 secara konsisten dan berkelanjutan. Kami akan terus meningkatkan standar operasional dan mendorong budaya keselamatan serta kualitas untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya air nasional,” ujar Imam kepada Media LensaNewsBanten Jum’at (28/11/2025).

Capaian di IQSA 2025 semakin meneguhkan posisi PJT II sebagai BUMN pengelola sumber daya air yang mengedepankan keandalan, keamanan, dan keberlanjutan. Perusahaan menilai penghargaan tersebut sebagai dorongan untuk memperkuat implementasi K3 di seluruh unit, termasuk melalui integrasi teknologi dalam pemantauan keselamatan kerja, digitalisasi proses audit, serta pengembangan sistem pelaporan insiden yang lebih responsif.

Selain itu, PJT II berkomitmen memperluas program peningkatan kapasitas SDM K3 melalui pelatihan berjenjang, sertifikasi kompetensi, hingga kerja sama dengan lembaga eksternal. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang adaptif terhadap perkembangan standar keselamatan dan keberlanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

PJT II menilai bahwa penghargaan IQSA 2025 bukan sekadar pengakuan atas kinerja saat ini, melainkan pendorong untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Praktik K3 disebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik dan memastikan operasional yang aman.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Bahtiar Rivai, Fungsional Ahli 1 Bidang Analisa dan Evaluasi Kinerja, Sugianto, Manajer Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup, serta tim yang selama ini aktif mendorong penguatan implementasi K3 di tubuh perusahaan.

Reporter:  Sep

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *